PENYAKIT AZOOSPERMIA

Penyakit AzoospermiaAzoospermia adalah suatu keadaan dimana air mani (semen) tidak mengandung sperma. Umumnya air mani yang dikeluarkan pada saat ejakulasi, terdiri dari sperma dan plasma semen. Pada azoospermia, bila diamati dari luar akan tampak normal, tapi bila dilihat dibawah mikroskop tidak ditemukan sperma.

Plasma semen tanpa sperma dapat menyebabkan pria infertil atau mandul. Azoospermia tidak menimbulkan gejala, oleh sebab itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap sperma pada pasangan yang belum mempunyai keturunan. Pada umumnya pasien yang memeriksakan analisa air mani adalah pasangan infertil dan dari hasil analisa semen, sekitar 5% pria tergolong azoospermia.

Sperma bukan saja harus ada, tapi juga harus memenuhi kriteria ”air mani yang sehat dan subur” menurut WHO, yaitu:

  • Jumlah sperma cukup banyak, >10 juta/ml ejakulat air mani dengan jumlah sekitar 2-6ml.
  • Gerakannya cukup cepat dan lurus. Minimal 60%-nya harus merupakan sperma yang sehat serta mampu bergerak (motil) dan sekitar 15% bergerak lurus dan cepat.

Bentuk relatif normal, yaitu:

  • Bentuk kepala sperma normal bulat lonjong (oval) apabila dilihat dari depan dan pipih bila dilihat dari samping (dilihat dibawah mikroskop), jumlahnya sekitar 25%. Kepala sperma berukuran panjang 4-5 mikron dan lebarnya 2.5-3.5 mikron.
  • Mempunyai ekor sperma yang panjang dan melancip ujungnya dan terus bergoyang seperti cambuk. Tenaga yang menggerakkan ekor sperma ini diperoleh dari bagian leher karena sumber energi diolah di bagian tersebut. Bahan bakunya diperoleh dari air mani yang susunan kimiawinya cukup kompleks dan terdapat berbagai zat yang penting untuk kehidupan sperma dan daya tahan sperma.
  • Kemampuan hidupnya (viabilitas) cukup baik.
  • Air mani tidak mengandung bakteri yang bisa mengganggu saluran reproduksi dan kualitas sperma serta tidak terdapatnya leukospermia (jumlah sel darah putih yang melebihi dari nilai normal, yaitu 2-3 buah sel per lapang pandang mikroskop).

Azoospermia disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Gangguan pada “poros hipotalamus-hipofisis” yang akan mempengaruhi produksi spermatozoa.
  • Gangguan pada testis karena testis sebagai tempat yang memproduksi sperma.
  • Tersumbatnya saluran vas deferens, biasanya pasca vasektomi atau dikarenakan infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia dan gonorrhoea.
  • Faktor lain yang belum diketahui.
Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment